Search
  • Ziccup

“Good value propositions create happy customers. Happy customers create strong businesses.” -Isaac

Updated: Dec 28, 2020



“Good value propositions create happy customers. Happy customers create strong businesses.” -Isaac Jeffries


Ketika kita sedang menjalankan sebuah usaha, seringkali kita merasa kalau sudah banyak usaha lain yang menawarkan produk serupa—terutama dalam bisnis makanan. Tapi, apabila kita perhatikan, ada usaha yang bisa jadi lebih maju daripada yang lainnya—produknya selalu laku. Salah satu alasan hal tersebut bisa terjadi adalah karena ‘mereka benar-benar tahu apa yang diinginkan konsumen’.


Jadi, bagaimana caranya supaya kita juga bisa tau?


Nah, untuk membantu menemukan kecocokan antara produk dengan keinginan konsumen, ada yang namanya value proposition canvas. Sederhananya, value proposition canvas adalah alat yang digunakan untuk membantu memahami keinginan konsumen terhadap produk kita.



Value proposition canvas terdiri dari dua bagian, yaitu value propostion perusahaan dan profil customer.


Pertama, coba kita lihat canvas di sisi customer profile :

1. Customer Jobs

Bagian ini diisi dengan ‘jobs’, yaitu hal yang ingin dilakukan atau ditampilkan oleh customer terkait dengan produk kita.

2. Gains

Diisi dengan harapan customer terkait produk yang ingin dipenuhi.

3. Pains

Diisi dengan masalah yang dialami ketika customer sedang berupaya memenuhi ‘jobs’nya.


Untuk bisa mengisi bagian customer profile kita perlu terlebih dulu mengetahui segmen cutomer yang kita tuju. Ketika kita memiliki beberapa segmen customer yang berbeda, kita bisa membuat satu value proposition canvas untuk masing-masing segmen.


Selanjutnya, mari kita lihat canvas sisi value proposition :

1. Products and services

Bagian ini diisi dengan produk yang kita jual

2. Gain Creators

Bagian ini dengan nilai lebih dalam produk kita yang dapat memenuhi harapan customer.

3. Pain Relievers (asdasd)

Bagian ini diisi dengan penjelasan mengapa produk kita dapat mengurangi masalah yang dimiliki oleh customer


Supaya nggak bingung, dibawah ini ada contoh value proposition canvas sederhana toko “Makanan Rumah” yang menjual lauk pendamping nasi :


Toko “Makanan Rumah” menargetkan customer seperti bu Lia. Seorang wanita karir berusia 32 tahun dengan 2 orang anak yang sudah mulai bersekolah. Setiap pagi, bu Lia harus menyiapkan sarapan yang bernutrisi bagi keluarganya. Namun, waktu yang dimiliki terbatas karena ia juga harus berangkat ke kantor.





Dari value proposition canvas yang telah dibuat, toko “Masakan Rumah” bisa mengetahui kecocokan antara produknya dengan segmen konsumen yang dituju. Lauk yang bisa disimpan di kulkas dan dipanaskan menjadi solusi untuk masalah perempuan seperti Bu Lia. Saat Bu Lia melihat produk dari “Masakan Rumah”, kemungkinan besar ia akan langsung terpikir untuk membeli.


Sebenarnya, apa yang bisa kita lakukan setelah mengetahui keinginan konsumen lewat value proposition canvas?


Informasi yang kita dapatkan tentu bermanfaat untuk membuat produk yang sesuai dengan ekspektasi konsumen. Di sisi lain, kelebihan-kelebihan pada bisnis kita dapat ditampilkan sebagai konten promosi. Misalnya dengan menonjolkan gain creator dan pain reliever yang kita miliki saat mengunggah konten di Instagram. Untuk keperluan inovasi, informasi dari value proposition canvas yang pernah kita buat dapat dijadikan salah satu pedoman.


Sip, sekarang waktunya ambil kertas dan mulai corat-coret value proposition canvas usahamu sendiri!

Lookal juga siap membantu kamu dalam menjalankan bisnis online dengan katalog digital gratis. Aplikasi Lookal telah tersedia di playstore, lho. Yuk download aplikasi Lookal sekarang dan buat katalog digitalmu secara gratis, tanpa ribet, dan tanpa nunggu!


Credits to: Ziccup




28 views0 comments