Search
  • Ziccup

Branding Strategy Tips : Buat Bisnismu Selalu Diingat dengan Brand Image dengan 4 Langkah

Updated: Dec 28, 2020



Seperti kita bahas di artikel sebelumnya, sosial media memiliki sangat banyak pengguna. Menurut data dari We Are Social, pada tahun 2020 ini terdapat 3,8 juta orang pengguna aktif sosial media.


Kini, pertanyaan yang kita hadapi adalah “Bagaimana cara mendapatkan perhatian pengguna sosial media?” Pertanyaan tadi sekaligus menjadi tantangan bagi kita. Apabila kita hanya tampil biasa-biasa saja dan tidak merancang strategi khusus, bisa-bisa kita hanya akan menjadi follower.


Nah, agar bisnismu bisa lebih dikenal, kamu perlu membangun brand image. Jadi, brand image adalah persepsi orang terhadap brand yang kita miliki. Apabila brand kita diibaratkan sebagai manusia, brand image adalah identitas kita. Kalau kita dikenal sebagai orang yang ‘keren’, pasti orang-orang yang akan tertarik dengan apapun yang kita lakukan. Dengan begitu, semakin banyak orang yang membicarakan bisnismu dan semakin luas pula market yang bisa kamu jangkau.


Yuk, bangun brand image usahamu lewat tips berikut ini!


1.Kelengkapan Dasar Visual Branding

Saat kamu mengingat sebuah brand, pasti di kepala kamu sering muncul visualisasi yang mengarah kepada brand tersebut. Itu dia yang brand kamu juga harus punya. Untuk dasar kamu perlu menentukan dua hal, yaitu :

  • Logo

Logo yang sukses adalah logo yang bisa menggambarkan filosofi bisnis kamu. Hal ini penting supaya ketika orang belum familiar dengan brand kamu, mereka bisa langsung menangkap identitas yang kamu miliki. Jadi, pertimbangkan dulu apa yang sebenarnya ingin kamu representasikan, lalu eksekusi desainnya.


Ini contoh logo yang dimiliki oleh Kopi Patani. Nah, Kopi Patani ini membawa semangat untuk bisa memajukan para petani lokal. Dengan begitu, mereka memilih sosok seorang petani kopi sebagai pusat dari logo mereka.


Seperti yang ditampilkan oleh gambar di atas, pilihan warna yang kamu gunakan bisa menunjukkan makna atau bahkan kepribadian dari brand kamu. Warna yang menjadi

representasi brand kamu bisa menarik perhatian dan membuat brand kamu selalu diingat karena kekhasannya. Maka dari itu kamu harus konsisten dalam menggunakan color palette.


Ini adalah contoh penggunaan Color Palette oleh Abducted By Food. Warna yang digunakan dominan hitam karena brand ini membawa konsep tematik dunia luar angkasa.



2.Kembangkan Persona Brandmu dengan Voice and Tone

Untuk bisa menentukan voice and tone kamu, sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Coba bayangkan brandmu sebagai seorang manusia. Lalu gambarkan usia, minat, kepribadian, atau hal-hal lain yang bisa menunjukkan identitas. Setelah itu coba bayangkan saat orang itu berbicara. Nah, cara berbicaranya itu yang perlu kamu adopsi sebagai voice and tone dari brandmu.


Agar lebih paham, berikut ini penjelasan dari chart di atas yang disusun oleh Stephanie Schwab di laman Social Media Explorer :

  • Character

Pada dasarnya, karakter adalah cerminan orang yang merepresentasikan brandmu. Untuk menentukan karakter, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui target audiens. Sesuaikan karakter brandmu agar komunikasinya bisa diterima dengan baik oleh target audiens. Misalnya, target audiens kamu adalah remaja gaul kekinian. Kamu bisa mengibaratkan selebgram Awkarin sebagai karaktermu. Pelajari caranya berbicara dan coba terapkan di brandmu.

  • Tone

Tone adalah gaya berbicara yang dimiliki oleh brand. Apakah santai, formal, ramah, atau lainnya?

  • Language

Language adalah jenis bahasa yang kamu pilih. Misalnya, kamu ingin terdengar seperti anak muda yang trendi. Kamu bisa berbicara dengan bahasa gaul.

  • Purpose

Kamu juga perlu menentukan tujuan kamu ada di sosial media. Apakah ingin menghibur, mengedukasi, atau lainnya? Meskipun yang kamu lakukan adalah berjualan, kamu perlu menentukan value apa yang ingin kamu antarkan kepada audiens sehingga bisa terbangun ikatan antara audiens dengan brandmu.


3. Berkomunikasi Seperti Manusia

Saat berkomunikasi dengan audiens di sosial media, coba bayangkan kamu sedang berbicara secara langsung dengan orang lain. Perbanyak komunikasi dua arah dan kurang komunikasi satu arah. Kamu bisa mulai mencobanya dengan melemparkan pertanyaan dan sesekali menanggapi kolom komentar. Jangan lupa ingat-ingat persona brandmu saat berkomunikasi, ya!


4. Sampaikan Cerita Menarik dari Brandmu

Siapa yang tidak tergugah saat mendengar cerita cinta yang indah? Siapa yang tidak berkaca-kaca saat mendengar sebuah cerita yang haru? Sadarkah kamu saat kita mendengarkan sebuah cerita menarik selalu ada perasaan yang terlibat. Mekanismenya mirip seperti curhat. Saat kita sering bercerita dengan seseorang, lama-kelamaan akan timbul rasa dekat. Rasa kedekatan inilah yang bisa membuat audiens menjadi merasa terikat dengan brandmu. Jadi, saat kamu punya cerita di balik usahamu yang bisa dibagikan, jangan ragu untuk melakukannya!


Ini adalah cerita yang ditampilkan oleh Dapu Incim di laman instagramnya. Cerita ini membuat kita bisa melihat bahwa makanan yang disajikan oleh Dapu Incim ternyata memilki cerita di baliknya.


Sekarang, waktunya kamu untuk mencoba menerapkan tips-tips tadi ke usahamu sendiri. Semoga berhasil!


Lookal juga siap membantu kamu kembangkan online shop dengan katalog digital gratis. Yuk download aplikasi Lookal sekarang di Playstore!


Referensi:

https://wearesocial.com/digital-2020

https://socialmediaexplorer.com/content-sections/tools-and-tips/finding-your-brand-voice/





42 views0 comments